Ketika Kelebihanku Melemahkanku & Kekuranganku Menguatkanku
"Duhai Sahabat fillah Air mata menjadi tak ada artinya jika setelah tetes terakhir,
tak ada perubahan apapun dalam langkah kita"
Seperti itulah barangkali tangis manusia akan membasahi kekeringan hati dan melelehkan kerak kegersangan agar menghadirkan kembali wajah Dia yang mengiringi setiap langkah selanjutnya.Semestinya, tangisan meluluhkan bongkah-bongkah keangkuhan dalam dada, hingga timbul kesadaran hanya Dia yang berhak berlaku sombong. Air mata itu akan melelehkan pandangan mata dari meremehkan orang lain dan semakin menjernihkan kacamata untuk lebih bisa melihat kemahabesaran dan kekuasaan Allah. Titik-titik bening itu akan membersihkan debu-debu pengingkaran yang menyesaki kelopak mata yang menjadikan sering kali lupa bersyukur atas nikmat pemberian-Nya.Semestinya pula, melelehkan air mata membuat hati tetap basah oleh ke-tawadlu-an, qona'ah, dan juga cinta terhadap sesama. Air mata menjadi penyadar bahwa apa pun yang kita upayakan semua tergantung pada-Nya. Tak ada yang patut disombongkan pada diri di hadapan sesama apalagi di hadapan-Nya. Air mata akan mengantarkan kita pada kekhusukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar